Cari Blog Ini

Sabtu, 05 Oktober 2013

I Think I Love You part1

I THINK I LOVE YOU


Seorang wanita memasuki rumah kosong tak berpenghuni tepat diseberang pegunungan. Rumah itu adalah rumahnya. Kenangan yang ada disana adalah kenangannya. Kembalinya Raina keindonesia membuatnya rindu akan kampung halamannya, setelah menyelesaikan kuliahnya di paris. Disebuah pedesaan yang dipenuhi dengan kebun teh  Raina berjalan menyusuri tempat tinggalnya yang dulu ketika hidupnya dalam masa masa sulit, terlihat jelas rumah itu masih berdiri kokoh, namun sekarang tiada berpenghuni hanya debu yang melapisi rumah itu. Dipandanginya rumah itu oleh Raina sambil tersenyum, tidak lupa Raina berkunjung ketaman tempat dia bertemu dengan Alfa disini Raina pun mengingat masa kecilnya dulu bersama Alfa.

**** 

Seperti biasa sepulang sekolah Raina selalu berjalan kaki. Dari kejauhan Raina melihat seorang laki-laki yang sedang melukis pemandangan, Raina mendekatinya dan ternyata dia tetangganya yang jarang sekali terlihat, Raina tersenyum memandanginya. Raina berkata lukisan itu bagus”, Alfa memberikan gambar lukisan itu untuk Raina “ini untukmu adik kecil” Raina menjawab untuk ku, Alfa pun mengangguk meyakinkan, Alfa segera beranjak untuk pergi, Raina masih diam memandang lukisan itu setelah Alfa berjalan pergi Raina memanggilnya “Kakak, Terimakasih. Alfa tersenyum dan menjawab Yaa dan berbalik meninggalkan Raina

Esok sorenya Raina pergi ketempat dimana dia bertemu dengan Alfa dan ternyata Alfa sudah berada disana, Raina duduk disamping Alfa dan menawarkan minuman kaleng Raina pun mengambilnya, tanpa sengaja Alfa melihat tangan Raina dan mengambilnya, “kenapa dengan tanganmu, biar aku obati. Setelah selesai mengobati Raina Alfa mengambil Daun dan menempelkannya pada rambut Raina, “kau terlihat sangat cantik. Kata Alfa, Raina pun merasa malu dan tersenyum. Lalu  tanpa Raina sadari Alfa sedang melukis dirinya. Setelah selesai melukis wajah Raina tiba tiba saja Alfa mendapat panggilan telepon dari ayahnya

Hari sudah malam Alfa mengantar Raina pulang saat mereka berjalan, lampu jalan menyala dan tiba tiba mati kembali. Raina mengatakan pada Alfa lampu itu memang  seperti itu dari dulu , tidak ada yang memperbaiki lampu itu dan Raina sendiri tidak bisa memperbaikinya karena tidak bisa mencapainya. Alfa meraih bola lampu dan ia berusaha menyeimbangkan dirinya pada lengan Raina. Raina tiba tiba merasakan sesuatu yang aneh, saat dia berada dekat Alfa. Raina mendongak untuk melihat Alfa. saat Alfa berhasil memperbaiki lampu itu menyala, dia menoleh kebawah untuk melihat Raina namun tawanya hilang saat dia menyadari kalau dia dan Raina berada pada posisi sangat dekat. Mereka menatap satu sama lain, tapi tatapan mereka terganggu karena paman Raina datang dan meraih telinga Alfa, dan bertanya apa yang dia lakukan, setelah itu paman Raina membawa mereka berdua kerumah. Alfa duduk didepan meja makan dengan gugup karena ibu Raina terus melihatnya. Raina melihat kearah Alfa dan Alfa tersenyum lagi melihatnya.
Besok besok dan besok aku akan kemari lagi” kata Alfa.

**** 
Raina mengingat semua kenangan itu disini, sekarang semuanya itu hanya kenangan. Raina pun kembali pulang ke jakarta.
Di jakarta, disebuah kantor Alfa tertidur dimeja kantor setelah lembur selama 2 hari mengerjakan proyek. Bos Alfa membangunkannya dan menyuruhnya pulang kerumah tapi Alfa tak mau.

Kayla, asisten Alfa, memberi tahu kalau ada klien baru. Alfa menemuinya dan terkejut klien itu adalah adik kecilnya dulu. Alfa menyapanya dengan akrab. Tapi saat itu juga Raina jadi canggung saat Alfa menyapa Raina dengan formal dan sopan, menanyakan siapa gerangan dirinya.

“kakak tak mengenalku? Pertemuan pertama kita saat di taman. Mata Alfa melebar mendengar itu, tapi ia buru buru menutupinya walau kentara sekali kalau ia juga masih canggung. Namun kekakuan cepat mencair karena mereka teman lama. Raina menuduh Alfa telah melupakannya. Tapi Alfa membantah, “aku hanya terkejut, bukannya lupa. Kita sudah lama tak pernah bertemu.”

Raina mengeluarkan sebuah peta yang langsung Alfa kenali tempat tinggalnya dulu. Tapi pertanyaan berikutnya membuat Alfa terkejut, “kapan Alfa bisa mulai?” Raina mengatakan kalu itulah alasan mencari Alfa untuk membangunkan rumah untuknya. Alfa langsung nolak permintaan Raina.

“aku tak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya,” Alfa memberi alasan penolakannya

“baguslah. Kau dapat menggunakan ini sebagai kesempatan untuk mempraktekkannya,” sahut Raina

Alfa tetap tak mau. Ia berjanji akan memperkenalkan konsultan arsitektur lain yang lebih kompeten, tapi Raina tetap tak mau. Dengan terpaksa Alfa menerima proyek ini. Tapi ia ingin mengerjakan proyek ini dengan secepat cepatnya. Raina ingin mengajak Alfa untuk melihat rumahnya terlebih dahulu, tapi Alfa malah menyelanya, “kenapa kau ingin membangun sebuah rumah?” dan Alfa melancarkan kata kata yang pedas dengan menyindir Raina sebagai orang kaya yang membuang buang uang untuk membangun rumah di puncak karena alasan pemandangan yang indah. Alfa menambahkan dugaanya kalau Raina mungkin ingin membangun rumah untuk investasi dan berharap balik modal karena puncak menjadi tujuan wisata.

            Raina akhirnya merasa cukup dihina oleh Alfa. Dengan keras ia meminta Alfa untuk membatalkan kontrak itu kalau memang ia tak mau mengerjakannya, “aku tak mau membuang buang uang dan harus mengemis padamu agar kau mau melakukannya. Kau benar benar menjengkelkan.” Dan ia meninggalkan Alfa.
            Di parkiran mobil, ia mencari cari kunci mobilnya tapi tak ketemu. Alfa muncul dan memberikan kunci mobilnya yang tertinggal di meja. Juga handphonenya.

Raina yang amarahnya sudah berkurang, bertanya apakah Alfa perlu mengetahui alasan untuk membangun rumah karena takut ia akan mencuranginya?
Alfa membantah hal itu karena jika ia mengetahui alasan Raina, ia akan dapat membangun rumah yang cocok untuk Raina
Dan sekarang amarahnya Raina benar benar hilang, karena ia sudah bisa menggoda Alfa, “ahh.. kau ingin memahamiku dengan lebih baik. Apakah kau ingin tahu tentang aku? ”

Diperjalanan menuju puncak Bogor  Raina menceritakan kalu selepas lulus kuliah, ia ingin menjadi perancang busana, tapi gagal. Karena itu ia berpikir untuk kembali dan mencari pasangan saja. Alfa gugup mendengarnya.
Sesampainya dirumah Raina, Raina membari tahu kalau ia ingin ibunya yang dirawat dirumah sakit menghabiskan sisa hidupnya dirumah mereka sendiri.
Setelah melihat lihat rumah, Alfa mulai mendisain beberapa contoh rumah dan mempresentasikannya pada Raina.  Ada 3 contoh yang dipresentasikan Alfa.

            Tapi Raina memotong karena ia tak memahami istilah arsitektur yang dipakai Alfa.
Ditemani asistennya, Kayla Alfa melanjutkan diskusinya dengan Raina di restoran. Raina mengkritik dasinya yang tak matching dengan bajunya yang sekarang sudah cukup lumayan.

            Mereka bertengkar saling mengolok, membuat Kayla bertanya tanya, sebenarnya apa hubungan mereka berdua. Teman? Mereka bukan teman satu angkatan, apa mungkin mereka pernah pacaran?
Sesaat Raina memandang Alfa dan kemudian berkata, “oh... dulu ia selalu melukis wajahku dan memandangiku diam diam”
Alfa langsung membantah pernyataan Raina. Tapihal ini membuka kenangan mereka lagi.

**** 

Malam itu Alfa tidak bisa tidur dan berjalan jalan keluar sambil bermain kata kata menghapalkan perkalian, terdengar suara perempuan membuat Alfa kaget dan mendekati suara tersebut ternyata itu suara Raina yang sedang menghitung bintang, hey apa yang sedang kau lakukan malam seperti ini Raina menjawab bahwa ia tidak bisa tidur Raina lalu balik bertanya Alfa pun menjawab sama, dan melanjutkan, bagaimana lukisan itu apa kau masih menyimpannya? Raina hanya mengangguk. Tolong jaga lukisan itu dengan baik OK, kata Alfa. Raina bingung dan bertanya memangnya ada apa dengan lukisan itu?. Itu adalah lukisan pertamaku, kata Alfa, “aku akan menjaganya dengan sangat baik jawab Raina sambil tersenyum.

karena sudah terlalu larut Raina berpamitan akan pulang, alfa meminta Raina untuk tunggu sebentar, ada apa tanya Raina, besok sepulang sekolah kakak akan menungumu disini, besok tanya Raina yaa besok jawab Alfa. Raina tidak sabar menunggu bel sekolah berbunyi, Raina pun menghitung satu dua dan tiga lalu bel sekolah pun berbunyi, Raina sangat senang dan bersemangat langsung lari untuk cepat segera sampai rumah. Setelah tiba di rumah Raina segera ganti baju dan pergi ketempat dimana Raina bertemu dengan Alfa, Raina telah tiba ditempat itu tapi Raina tidak melihat Alfa atau mungkin dia terlambat, Raina bergumam apa Alfa lupa pada janjinya, aku rasa tidak, dia bilang akan menemuiku disini. Raina terus saja menunggu hingga jam 5 sore Alfa belum juga datang Raina masih menungu Alfa di taman dekat kebun teh. Sambil menunggu Alfa, Raina bergumam “Dia akan datang, dia tidak akan datang”

Saat Raina melihat melihat Alfa mendekatinya, Raina tersenyum padanya, Alfa : “kau disini.” Raina mengatakan pada Alfa kalau ia mempunyai hadiah untuk Alfa, karena Alfa sudah memberinya hadiah berupa lukisan sebelumnya. Tapi Raina mengatakan kalau dia akan memberikan hadiah itu, tepat pada saat hujan tiba.

***  

Raina pergi ke toko dan memilih dasi. Ia kemudian berdandan dirumah dan pergi sambil tak lupa membawa kotak hadiah yang berisi dasi itu. Dan ia menunggu di restauran.


Orang yang ia tunggu sudah datang. Alfa datang namun tak sendiri. Ia datang bersama Kayla . buru buru Raina memasukan hadiahnya ke dalam tas. Mereka bicara tentang waktu konsrtuksi rumah di puncak yang mungkin memakan waktu 2 bulan.
Tiba tiba Raina mengalihkan pembicaraan pada Kayla. Apakah Alfa sudah mempunyai pacar? Alfa tak menjawab “apa aku perlu mencarikannya untukmu?” goda Raina. Tipe gadis apa yang kau sukai?“
“cantik dan baik hati” kata Alfa.
Raina mengatakan kalau tak ada gadis yang seperti itu. Tapi menurut Alfa ada. Jika sepuluh gadis dijejer, pasti ada satu gadis yang paling baik hati dari sepuluh gadis yang ada.

Mendengar jawaban Alfa, Raina hanya menjawab, “ Ah... dan pasti sangat susah mencari pria sepertimu kan?” Kayla tertawa mendengarnya, membuat Alfa kesal. “apa kalian sekarang ini menjadi partner?”

Ada telepon dari atasan Alfa, sehingga Raina ditinggal berdua dengan Kayla. Raina mengulang pertanyaan yang sama pada Kayla, “apa kau sudah punya pacar?”

Berbeda dengan Alfa, malu malu Kayla menjawab kalau ia akan menikah sebentar lagi. Setelah menikah mereka akan tinggal di amerika. Ia akan bersekolah lagi dan suaminya akan bekerja. Raina kaget namun ikut merasa senang mendengarnya “laki laki yang menikahimu pasti seperti mendapat hadiah pertama karena kau sangat cantik”,

Kayla tersenyum mendengar pujian Raina. Alfa datang dan bertanya apa yang sedang mereka bicarakan. Kayla hanya menjawab kalau mereka sedang membicarakan Alfa, “ katanya, kau telah memenangkan hadiah pertama.”
Raina bingung dengan kata kata Kayla, sampai Kayla menjelaskan, “gadis itu adalah aku, cantik dan baik hati.”


to be continued.............. part2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar